Minggu, 22 Mei 2011

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia menggandeng PT Asuransi Jiwa Sinar Mas untuk mendorong dan mengembangkan kegiatan kewirausahaan mahasiswa.Salah satu bentuk kerjasamanya PT Asuransi Jiwa Sinar Mas menyiapkan fasilitas magang bagi mahasiswa STIE Nobel.

Komitmen kerja sama itu dituangkan dalam satu nota kesepahaman (memorandum of understanding) yang ditandatangani Ketua STIE Nobel Mashur Razak dan Vice President PT Asuransi Jiwa Sinar Mas Widyawati Hanata.PT Asuransi Jiwa Sinar merupakan anak perusahaan kelompok Sinar Mas Group yang merambah berbagai bidang bisnis di dalam dan luar negeri.

Mashur Razak mengatakan, kerja sama yang dijalin tersebut meliputi pengembangan kemampuan entrepreneurship mahasiswa. Selain itu, kesempatan mahasiswa dan alumni STIE Nobel Indonesia melaksanakan kegiatan magang atau menjadi management trainee di PT Asuransi Sinar Mas Group.

“Salah satu wujud kegiatan dalam kerja sama ini adalah pihak PT Asuransi Sinar Mas akan memberikan workshopsalesmanship kepada Mahasiswa STIE Nobel selama kurang lebih satu bulan. Setelah itu peserta workshop akan mengikuti ujian sertifikasi asuransi,”ungkapnya dalam siaran tertulisnya yang diterima SINDO, kemarin.

Setelah mengikuti kegiatan workshop, para mahasiswa Nobel dapat melaksanakan kegiatan magang sebagai tenaga marketing selama satu bulan di PT Asuransi Sinar Mas.Penandatanganan MoU tersebut dilanjutkan dengan workshop dengan tema “Young Entrepreneurship” dengan narasumber, Rionald Thiosyah selaku Agency Development Manager Asuransi Jiwa Sinar Mas.

Rionald memberikan beberapa tips menjadi wirausaha muda yang sukses, antara lain memulai karier sebagai marketing. Dengan menjadi marketing, dapat mengubah mental menjadi pemberani dan pantang menyerah serta teruji menghadapi orang dengan berbagai latar belakang dan karakter.

”Sebagian besar aktivitas bisnis berhubungan dengan marketing. Dengan begitu, seorang calon pengusaha mutlak menguasai teknik dan strategi marketing. Setelah sukses sebagai marketing, selanjutnya anda dapat mengembangkan bisnis sesuai hobi dan kegemaran,” pungkasnya. Demikian catatan online Gunung Takubanprahu yang berjudul Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi.

Rabu, 05 Januari 2011

Cuaca buruk

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Cuaca buruk yang melanda laut Jawa kian membahayakan bagi para nelayan.Ombak yang tingginya mencapai hingga tiga meter berpotensi menggulung kapal nelayan.

Akibatnya kapal mudah pecah dan awak kapal terkatung-katung di tengah lautan. Peristiwa ini seperti yang dialami nelayan asal Kabupaten Pemalang. Kapal “Dewi Fortuna” yang ditumpangi empat nelayan asal Sugihwaras,Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Pemalang tersebut pecah di tengah lautan.Keempat nelayan malang tersebut adalah Anshor, 35 yang berperan nakhoda; Sugiri,45; Shobari,33 dan Dahril,35.Nelayan Jepara kemarin menemukan jasad salah seorang dari mereka. Keempat nelayan yang melaut sejak Rabu (29/12) lalu ini terombang- ambing di tengah lautan. Dua hari setelah melaut, komunikasi dengan keluarga terputus. Upaya pencarian pun dilakukan hingga ke Kendal,Kota Semarang dan Jepara. Pihak keluarga juga melaporkan hilangnya empat nelayan ini ke pihak Basarnas.

Namun keberadaan mereka belum juga diketahui. Kemarin, Kholisin, 27, salah seorang nelayan asal Desa Panggung, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara menemukan salah seorang dari empat nelayan malang tersebut. Namun identitas pasti nelayan ini belum diketahui. Saat ditemukan, mayat berjenis kelamin lakilaki dengan tinggi sekitar 165 cm tersebut mengenakan kaus warna biru. Di bagian dada kaus tersebut terdapat gambar udang, sedang di bagian lain bertuliskan “Pemalang”. ”Saat menebar jaring di sekitar Pulau Bokor sekitar pukul 08.30 WIB, ternyata malah menemukan mayat manusia yang terapung,” kata Kholisin kemarin.

Saat ditemukan, mayat tersebut terikat dengan pelampung (gabus) yang diikatkan pada bambu layar kapal. Kholisin dan rekanrekannya lantas menarik jasad itu ke tepi pantai. “Lalu rekan-rekan lain menghubungi Basarnas Jepara dan polisi,” jelasnya. Untuk memastikan identitas korban, Basarnas akan mengundang pihak keluarga di Pemalang. Kepala Basarnas Jepara Mahfud mengatakan, empat nelayan tersebut hilang di tengah laut akibat kapal yang mereka tumpangi dihantam badai. “Namun yang sudah ketemu baru satu nelayan, tiga korban lain masih dalam pencarian,” terangnya. Basarnas Jepara berencana melakukan upaya pencarian ketiga nelayan tersebut hingga Kamis (6/1) mendatang.

Mahfud berharap kondisi perairan Jepara bisa normal lagi sehingga tidak mengganggu upaya pencarian jasad korban lainnya. “Kalau ombak tinggi dan cuaca yang tidak menentu seperti ini susah juga. Pencarian nanti jadi tidak maksimal,” tandasnya.