Rabu, 13 November 2013

Joko Widodo Resmikan Relokasi Penataan Pedagang Kaki Lima

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, meresmikan relokasi penataan pedagang kaki lima, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan; lokasi yang termasuk satu simpul kemacetan parah di Jakarta

Dia meresmikan lokasi itu dengan cara yang berbeda dari yang lain, yaitu dengan menggelar kuis sebagai pengganti kata sambutan formal penuh protokoler.

"Kali ini, saya tidak mau kasih sambutan, tetapi saya mau kasih kuis untuk semua pedagang dan pengunjung yang ada disini, hadiahnya sepeda," kata Jokowi, dalam acara peresmian relokasi penataan PKL di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu.

Mendengar perkataan itu, sontak para pedagang dan pengunjung pasar bersorak gembira dan memberikan tepuk tangan meriah kepada Gubernur DKI tersebut.

Pertanyaan pertama, Jokowi meminta pedagang atau pengunjung menyebutkan lima jenis makanan khas Betawi. Tak lama, pertanyaan itu dijawab perempuan pengunjung, Chotiron.

"Asinan betawi, soto betawi, dodol betawi, kerak telor, dan bir peletok," ujar Chotiron, dengan penuh semangat.

Setelah mendengar jawaban tersebut, Jokowi langsung memberikan kartu nama dan meminta perempuan itu mengambil hadiahnya di Balai Kota, Jakarta Pusat.

"Ambil sepedanya besok di Balai Kota DKI, ya. Datangnya di atas jam 12.00 WIB siang," tutur Chotiron.

Kemudian, Jokowi melanjutkan kuis dengan melempar empat pertanyaan lainnya yang juga direspon cepat pengunjung pasar pada saat itu.

Usai bermain tanya jawab berhadiah dengan seluruh pengunjung pasar, Jokowi akhirnya meresmikan relokasi penataan PKL tersebut.

"Dengan mengucap bismillahirahmanirrahim, relokasi penataan PKL Pasar Minggu, saya nyatakan resmi dibuka," ucap Jokowi.

Setelah itu, Jokowi mengelilingi pasar tersebut untuk melihat- lihat kondisinya dan berinteraksi langsung dengan para pedagang, sekaligus berbelanja.

Rabu, 02 Oktober 2013

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan pameran ilmu pengetahuan "LIPI Expo 2013" pada 26 hingga 30 September 2013 di Kota Bengkulu.

"Kegiatan ini adalah pameran LIPI yang keempat, namun yang pertama kali diadakan di luar Jakarta," kata Kepala LIPI Prof. Dr. Lukman Hakim dalam sambutannya di Bengkulu, Jumat malam.

Menurut Lukman, pameran tersebut merupakan perhelatan tahunan sebagai upaya LIPI dalam membangun masyarakat Indonesia untuk mengenal pengetahuan dan teknologi yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain pameran, LIPI juga menyelenggarakan Seminar Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Lokal untuk Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Bengkulu dan beragam pemaparan hasil penelitian LIPI.

Lembaga tersebut mengadakan seminar hasil penelitian LIPI di Kantor Gubernur Bengkulu serta beberapa diskusi interaktif di area LIPI Expo Pantai Panjang.

"Namun tentu tidak cukup hanya memperlihatkan hasil penelitian saja kepada masyarakat. Agar dapat memberikan nilai tambah, kami berharap hasil tersebut dapat berguna bagi para pengambil keputusan pembangunan daerah agar tepat sasaran," kata Lukman.

Seminar tersebut bertujuan untuk menyosialisasikan hasil penelitian LIPI kepada pemangku kepentingan di daerah agar dapat diaplikasikan oleh masyarakat.

Selain itu diskusi yang dilakukan juga diharapkan menjadi komunikasi dua arah antara kepentingan penelitian dengan kebutuhan riil yang ada di masyarakat.

Pengunjung yang menghadiri pameran tersebut, Syamsudin Samir (21), mengatakan ketertarikannya melihat sejumlah hasil penelitian yang dipamerkan oleh LIPI.

"Saya baru pertama ini melihat pameran hasil penelitian konkret seperti mikro hidro, pengembangan sumberdaya kelautan dan geologi yang ada di Indonesia," kata Syamsudin.

Perhelatan LIPI Expo 2013 dilakukan bersamaan dengan Bengkulu Expo di Pusat Olahraga Pantai Panjang, Bengkulu.

Perhelatan tersebut diramaikan oleh sejumlah tarian khas Sumatra seperti Tari Piring, kesenian dongeng Aceh serta beberapa kesenian daerah lain untuk menarik pengunjung dan meningkatkan pariwisata di Provinsi Bengkulu.