IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Cuaca buruk yang melanda laut Jawa kian membahayakan bagi para nelayan.Ombak yang tingginya mencapai hingga tiga meter berpotensi menggulung kapal nelayan.
Akibatnya kapal mudah pecah dan awak kapal terkatung-katung di tengah lautan. Peristiwa ini seperti yang dialami nelayan asal Kabupaten Pemalang. Kapal “Dewi Fortuna” yang ditumpangi empat nelayan asal Sugihwaras,Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Pemalang tersebut pecah di tengah lautan.Keempat nelayan malang tersebut adalah Anshor, 35 yang berperan nakhoda; Sugiri,45; Shobari,33 dan Dahril,35.Nelayan Jepara kemarin menemukan jasad salah seorang dari mereka. Keempat nelayan yang melaut sejak Rabu (29/12) lalu ini terombang- ambing di tengah lautan. Dua hari setelah melaut, komunikasi dengan keluarga terputus. Upaya pencarian pun dilakukan hingga ke Kendal,Kota Semarang dan Jepara. Pihak keluarga juga melaporkan hilangnya empat nelayan ini ke pihak Basarnas.
Namun keberadaan mereka belum juga diketahui. Kemarin, Kholisin, 27, salah seorang nelayan asal Desa Panggung, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara menemukan salah seorang dari empat nelayan malang tersebut. Namun identitas pasti nelayan ini belum diketahui. Saat ditemukan, mayat berjenis kelamin lakilaki dengan tinggi sekitar 165 cm tersebut mengenakan kaus warna biru. Di bagian dada kaus tersebut terdapat gambar udang, sedang di bagian lain bertuliskan “Pemalang”. ”Saat menebar jaring di sekitar Pulau Bokor sekitar pukul 08.30 WIB, ternyata malah menemukan mayat manusia yang terapung,” kata Kholisin kemarin.
Saat ditemukan, mayat tersebut terikat dengan pelampung (gabus) yang diikatkan pada bambu layar kapal. Kholisin dan rekanrekannya lantas menarik jasad itu ke tepi pantai. “Lalu rekan-rekan lain menghubungi Basarnas Jepara dan polisi,” jelasnya. Untuk memastikan identitas korban, Basarnas akan mengundang pihak keluarga di Pemalang. Kepala Basarnas Jepara Mahfud mengatakan, empat nelayan tersebut hilang di tengah laut akibat kapal yang mereka tumpangi dihantam badai. “Namun yang sudah ketemu baru satu nelayan, tiga korban lain masih dalam pencarian,” terangnya. Basarnas Jepara berencana melakukan upaya pencarian ketiga nelayan tersebut hingga Kamis (6/1) mendatang.
Mahfud berharap kondisi perairan Jepara bisa normal lagi sehingga tidak mengganggu upaya pencarian jasad korban lainnya. “Kalau ombak tinggi dan cuaca yang tidak menentu seperti ini susah juga. Pencarian nanti jadi tidak maksimal,” tandasnya.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu